PKM Manajemen Resiko di Kelompok Tani Di Desa Treman Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara
Oleh: Dr. Joubert B. Maramis dan Dr. Ivonne S. Saerang
Mitra pada PKM ini adalah kelompok tani yang ada di Desa Treman Kec Kauditan, Kab Minahasa Utara. Saat ini, permasalahan yang dihadapi mitra adalah Mitra banyak yang belum memahami apa itu manajemen resiko, Mitra banyak yang belum memahami aspek aspek dalam manajemen resiko dan Mitra banyak yang belum memahami penerapan manajemen resiko dalam usaha pertanian kelompok tani. Konsekuensi dari kurangnya pemahaman terhadap manajemen resiko dapat berdampak pada pendapatan dimasa depan. Ketidakpastian dalam pendapatan akan mempengaruhi pola konsumsi dan rencana tanam dimasa depan. Berdasarkan permasalahan diatas maka solusi yang diberikan adalah memberikan sosialisasi atau pelatihan tentang manajemen resiko.
Berdasarkan hasil pelaksanaan dan analisis maka kesimpulan adalah sebagai berikut :
1. Kelompok tani di Desa Treman secara kelembagaan telah ada, namun belum berfungsi dengan optimal sebagai media pembelajaran dari anggotanya. Hal ini disebabkan lingkup bisnis yang masih tradisional yaitu petani pala dan kelapa serta beberapa komoditas minor lainnya.
2. Sebelum sosialisasi /pelatihan, pemahaman terhadap manajemen resiko, khususnya pada identifikasi resiko yang mungkin terjadi atas operasional dan eksistensi kelompok tani belum dipahami. Namun dengan sosialisasi /pelatihan yang dilakukan, anggota kelompok tani telah memiliki kesadaran dan pengetahuan awal terkait manajemen resiko (identifikasi resiko, analisis resiko dan solusinya)
3. Sebelum sosialisasi /pelatihan, anggota kelompok tani, kurangnya paham dalam peranan manajemen resiko, yang dapat membantu mereka dalam mengelola pendapatan dan hasil usaha. Namun setelah sosialisasi /pelatihan, mereka mampu memahami pentingnya peranan manajemen resiko dalam pengelolaan pendapatan atau hasil usaha baik sebagai anggota kelompok tani maupun sebagai keluarga.
4. Sebelum sosialisasi /pelatihan, anggota kelompok tani belum memiliki pengetahuan untuk memisahkan keuangan keluarga dan usaha /bisnis. Namun setelah sosialisasi /pelatihan, mereka mendapatkan pemahaman dan pengetahuan baru terkait personal finance berbasis resiko, yang menuntut adanya pemisahan antara keuangan keluarga dan keuangan usaha.







































Komentar